Universitas Katolik Santo Thomas Medan mengukuhkan sebanyak 499 wisudawan dan wisudawati pada Wisuda Program Sarjana dan Magister Periode II Tahun Akademik 2025/2026.
Prosesi wisuda digelar melalui Sidang Terbuka Senat Universitas Katolik Santo Thomas, Sabtu (15/8/2026), di Regale International Convention Centre, Medan.
Sebanyak 499 lulusan tersebut berasal dari tujuh fakultas dan 16 program studi, mencakup jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2).
Wisuda ini menjadi puncak perjalanan akademik para mahasiswa setelah melewati proses pembelajaran, penelitian, ujian, serta pembentukan karakter dan kepribadian selama menempuh pendidikan di Universitas Katolik Santo Thomas.
Acara tersebut dihadiri unsur pimpinan dan civitas akademika Universitas Katolik Santo Thomas, Yayasan Santo Thomas, perwakilan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, para dekan, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, alumni, orangtua dan keluarga wisudawan, serta tamu undangan.
Dalam laporan panitia turut disebutkan kehadiran atau perwakilan Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., dan Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung, O.F.M. Cap.
Rektor Universitas Katolik Santo Thomas, Prof. Dr. Maidin Gultom, S.H., M.Hum., mengatakan wisuda bukanlah akhir dari proses belajar.

Menurutnya, wisuda justru menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.
Gelar akademik yang diperoleh, kata Rektor, merupakan bekal awal untuk membangun perjalanan profesional.
Selama menjalani pendidikan di universitas, mahasiswa tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, berkomunikasi serta nilai-nilai yang menjadi landasan dalam kehidupan dan profesi.
“Jangan berhenti belajar, jangan kehilangan nilai, dan jangan takut memulai, “ ujarnya. Ia juga mengingatkan para lulusan agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin kompleks.
Menurutnya, dunia profesional tidak hanya membutuhkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki integritas, karakter, kemampuan komunikasi dan kolaborasi, mampu memanfaatkan teknologi, serta memiliki kemauan untuk terus belajar.
Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), lanjutnya, telah mengubah cara manusia bekerja. Karena itu, para lulusan didorong untuk tidak takut terhadap perubahan.
Ketua Panitia Wisuda sekaligus Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Ir. Tonni Limbong, S.Kom., M.Kom., MCE, dalam laporan panitia menyampaikan sebanyak 499 mahasiswa dikukuhkan sebagai lulusan pada periode ini.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 152 orang atau 30 persen merupakan laki-laki, sedangkan 347 orang atau 70 persen merupakan perempuan.
Para lulusan berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Komputer, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Sebanyak 16 program studi turut meluluskan mahasiswa, yakni Manajemen, Akuntansi, Magister Manajemen, Sastra Inggris, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur, Agroteknologi, Agribisnis, Ilmu Hukum, Magister Hukum, Sistem Informasi, Teknik Informatika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Matematika.
Dari sisi capaian akademik, mayoritas lulusan meraih hasil yang membanggakan. Sebanyak 319 lulusan atau 64 persen memperoleh predikat Pujian dengan IPK 3,51 hingga kurang dari 4,00.
Kemudian, 172 lulusan atau 34 persen memperoleh predikat Sangat Memuaskan, sementara delapan lulusan atau 2 persen memperoleh predikat Memuaskan. Tidak ada lulusan yang berada dalam kategori tanpa predikat.

Untuk masa studi, sebanyak 68 persen lulusan sarjana menyelesaikan pendidikan tepat waktu dalam delapan semester. Sebanyak 4 persen menyelesaikan studi di bawah empat tahun, 18 persen dalam sembilan semester dan 10 persen setelah lebih dari sembilan semester.
Sementara untuk jenjang Magister, seluruh lulusan atau 100 persen berhasil menyelesaikan pendidikan tepat waktu dalam empat semester.
Pada wisuda kali ini, Universitas Katolik Santo Thomas juga memberikan penghargaan kepada sejumlah lulusan dengan capaian akademik terbaik.
Predikat Lulusan Terbaik Universitas Periode II Tahun Akademik 2025/2026 diraih Sesni Stela Dakhi, S.H., dari Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, dengan IPK 3,91.
Sementara itu, predikat Lulusan Termuda Universitas diraih Agnes Selaras Osabela Sarahono, S.Kom., dari Fakultas Ilmu Komputer dengan IPK 3,66.
Agnes lahir pada 11 Oktober 2005 dan menyelesaikan pendidikan sarjananya pada usia 20 tahun 8 bulan 29 hari.
Tujuh lulusan terbaik dari masing-masing fakultas juga mendapat penghargaan, yakni Kristin Danda Yuliani Lingga, S.E. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan IPK 3,98; Twenty Mariana Sipahutar, S.S. dari Fakultas Ilmu Budaya dengan IPK 3,56; Madlin Hilderia Simanullang, S.T. dari Fakultas Teknik dengan IPK 3,21.
Kemudian Sariah Hati Girsang, S.P. dari Fakultas Pertanian dengan IPK 3,95; Sesni Stela Dakhi, S.H. dari Fakultas Hukum dengan IPK 3,91; Valois Vicenti Sirait, S.Kom. dari Fakultas Ilmu Komputer dengan IPK 3,85; serta Maria P. Sihotang, S.Pd. dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan IPK 3,98.
Ketua Badan Pengurus Yayasan Santo Thomas, RD Petrus Simarmata, mengatakan para lulusan kini diutus untuk memasuki dunia kerja, pelayanan dan pengabdian yang lebih luas.
Ia mengingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan, otomatisasi dan teknologi digital membuat gelar akademik saja tidak lagi cukup.
“Saatnya dunia membutuhkan manusia yang mampu berpikir benar, bertindak baik dan menggunakan ilmu secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Pemikiran Santo Thomas Aquinas sebagai pelindung universitas dinilai tetap relevan. Pendidikan, kata dia, tidak boleh berhenti pada pengetahuan, tetapi harus membawa manusia kepada kebijaksanaan.
Yayasan juga mendorong transformasi Universitas Katolik Santo Thomas melalui penguatan sumber daya manusia, peningkatan kompetensi dan integritas dosen serta tenaga kependidikan, peningkatan penelitian dan publikasi, perluasan jejaring nasional dan internasional, serta integrasi teknologi dalam proses pembelajaran.
Penguatan budaya akademik juga menjadi perhatian melalui diskusi ilmiah, penelitian kolaboratif, penulisan buku, publikasi, inovasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai perguruan tinggi Katolik, Yayasan Santo Thomas menegaskan bahwa pengembangan universitas harus tetap berlandaskan nilai spiritual dan moral. Identitas Katolik tidak cukup hanya diwujudkan melalui nama, lambang, doa maupun kegiatan seremonial.
Nilai tersebut harus terlihat dalam kejujuran akademik, penghormatan terhadap martabat manusia, keberpihakan kepada kelompok yang lemah, kepemimpinan yang melayani, tata kelola yang transparan serta penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kebaikan bersama.
Pendidikan di UNIKA juga diarahkan untuk membentuk manusia secara utuh melalui keseimbangan kecerdasan intelektual dan nilai 3C, yakni Competence, Conscience dan Compassion.
Perwakilan alumni Program Magister Hukum Universitas Katolik Santo Thomas, Kombes Pol. Ramses Tampubolon, S.H., M.H., turut menyampaikan pesan kepada para wisudawan.
“Keberhasilan wisudawan tidak terlepas dari doa orangtua, dukungan keluarga, bimbingan dosen, kerja keras dan pengorbanan selama menjalani pendidikan. Karena itu, gelar akademik yang diperoleh bukan sekadar pencapaian, tetapi juga amanah untuk terus berkarya, menjaga integritas dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.
Sebagai alumni yang mengabdikan diri di institusi Polri, Ramses mengatakan pendidikan di Universitas Katolik Santo Thomas tidak hanya memberikan pemahaman ilmu hukum. Pendidikan tersebut juga membentuk kemampuan berpikir kritis dan objektif serta menanamkan nilai-nilai keadilan.
Ia mengajak para lulusan untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi integritas.
Dalam kesempatan yang lain Ketua Panitia Wisuda Dr. Ir. Tonni Limbong juga mengajak para lulusan menjadi alumni yang CERIA.
CERIA merupakan akronim dari Cerdas, Empati, Resilien atau Tangguh, Integritas, dan Adaptif.
Nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para alumni dalam menghadapi perubahan zaman dan tantangan dunia profesional.
Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 akhirnya bukan hanya menjadi perayaan atas keberhasilan 499 lulusan.
Momentum tersebut juga menjadi refleksi bagi Universitas Katolik Santo Thomas untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola serta relevansi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja.
Universitas juga menegaskan komitmennya untuk terus berubah dan berkembang agar semakin dipercaya, dipilih dan dibutuhkan masyarakat

