Medan, 24 September 2026 – Universitas Katolik Santo Thomas secara resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis, 24 September 2026, bertempat di Lapangan Reformasi Universitas Katolik Santo Thomas. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru sebagai langkah awal untuk mengenal kehidupan akademik, budaya kampus, serta nilai-nilai yang menjadi identitas Universitas Katolik Santo Thomas.
Acara pembukaan diawali dengan laporan Ketua Panitia PKKMB Tahun 2026, Ir. Charles Sitindaon, M.T., yang menyampaikan kesiapan panitia dalam menyelenggarakan rangkaian kegiatan PKKMB sebagai sarana pengenalan lingkungan kampus sekaligus pembentukan karakter mahasiswa baru.
Selanjutnya, mahasiswa baru menerima sambutan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., yang memberikan motivasi kepada seluruh peserta untuk memanfaatkan masa studi sebagai kesempatan mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, serta membangun karakter yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Yayasan Universitas Katolik Santo Thomas, RD. Petrus Simarmata, yang menekankan pentingnya pendidikan tinggi sebagai proses pembentukan pribadi yang utuh, tidak hanya unggul dalam bidang akademik tetapi juga memiliki kepedulian sosial, moral, dan spiritual.

Pembukaan resmi PKKMB dilakukan oleh Rektor Universitas Katolik Santo Thomas, Dr. Pulumun Peterus Ginting, S.Sn., M.Sn. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa PKKMB bukan sekadar pengenalan lingkungan kampus, melainkan proses awal pembentukan karakter dan pengembangan potensi mahasiswa. Tema PKKMB Tahun 2026, “Bangkit Bersama: Belajar, Berkarya dan Berdampak”, dengan jargon “Berkarakter, Kreatif, Kolaboratif”, menjadi semangat yang diusung sepanjang kegiatan.
Rektor mengibaratkan kehidupan mahasiswa seperti sebuah harmoni musik, di mana setiap individu memiliki karakter, kemampuan, dan peran yang berbeda namun dapat menghasilkan karya yang indah melalui kolaborasi.
Dalam sambutannya, Rektor berpesan:
“Jangan takut menjadi nada ritmis yang berbeda. Temukan suara bunyi terbaik dalam diri Saudara, kembangkan dengan sungguh-sungguh, dan jadikan suara itu bagian dari harmoni yang membawa kebaikan, baik bagi dirimu, keluargamu dan orang di sekitarmu.”
Rektor juga menegaskan bahwa mahasiswa Universitas Katolik Santo Thomas diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang jujur, bertanggung jawab, disiplin, rendah hati, dan peduli terhadap sesama.
Setelah seremoni pembukaan, hari pertama kegiatan PKKMB dilanjutkan dengan pemberian berbagai materi yang bertujuan membekali mahasiswa baru dengan wawasan akademik, karakter, kebangsaan, serta kehidupan kampus yang aman dan sehat.
Materi pertama mengenai Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia dan Visi-Misi Universitas Katolik Santo Thomas disampaikan oleh Wakil Rektor I, Dr. Tonni Limbong, S.Kom., M.Kom. Melalui materi ini, mahasiswa diperkenalkan pada sistem pendidikan tinggi nasional, budaya akademik, serta arah pengembangan Universitas Katolik Santo Thomas sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dalam kompetensi, inovatif dalam berpikir dan berkarya, humanis dalam memperlakukan sesama, serta berbudaya dalam sikap dan perilaku. Visi tersebut menjadi pedoman bagi seluruh sivitas akademika dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Materi kedua mengenai Pengembangan Karakter Mahasiswa: Sikap, Etika, dan Jatidiri Katolik disampaikan oleh Wakil Rektor IV, Pst. Godlif Sianipar, S.S., M.A., Ph.D. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa karakter, integritas, dan kemampuan membangun relasi merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan seseorang di masa depan. Mahasiswa diajak untuk mengembangkan karakter melalui sikap, etika, dan kebiasaan yang baik.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga diperkenalkan pada tujuh nilai utama Universitas Katolik Santo Thomas, yaitu Compassion, Integrity, Adaptability, Peacemaker, Humanist, Righteousness, dan Pro-Life. Ketujuh nilai tersebut menjadi landasan pembentukan jati diri mahasiswa Universitas Katolik Santo Thomas agar mampu menjadi pribadi yang peduli, jujur, adaptif, menghargai sesama, menjunjung kebenaran, serta menjaga kehidupan.
Materi ketiga mengenai Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) disampaikan oleh Veni Agri Vici Purba, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Materi ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan. Mahasiswa diperkenalkan pada bentuk-bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan perguruan tinggi, seperti kekerasan fisik, psikis, seksual, perundungan, diskriminasi, dan intoleransi.
Selain itu, dijelaskan pula mengenai peran Satgas PPKPT Universitas Katolik Santo Thomas dalam melakukan pencegahan, menerima laporan, memberikan pendampingan, perlindungan, serta mendukung proses pemulihan korban. Kehadiran Satgas PPKPT merupakan wujud komitmen universitas dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bermartabat bagi seluruh warga kampus.
Materi keempat mengenai Kehidupan Berbangsa dan Bernegara serta Kesadaran Bela Negara disampaikan oleh Kolonel Inf. Corri Sigalingging. Dalam paparannya dijelaskan bahwa kesadaran bela negara merupakan sikap dan perilaku warga negara yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 untuk menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.
Mahasiswa diajak untuk mengembangkan nilai-nilai dasar bela negara, seperti cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara, semangat rela berkorban, serta kesiapan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa sesuai bidang keahlian masing-masing.
Materi terakhir mengenai Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) disampaikan oleh Soritua Sihombing, M.Pd. Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman serius yang tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga terhadap kualitas sumber daya manusia, pembangunan nasional, dan ketahanan bangsa.
Mahasiswa didorong untuk menjadi agen perubahan dan pelopor gerakan anti narkotika melalui edukasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pemanfaatan teknologi dan media digital secara positif. Keterlibatan generasi muda dinilai sangat penting dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, produktif, berkarakter, dan bebas dari narkotika.

Rangkaian kegiatan hari pertama PKKMB Universitas Katolik Santo Thomas Tahun 2026 berlangsung dengan tertib, penuh semangat, dan antusiasme tinggi dari para mahasiswa baru. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh mahasiswa baru semakin memahami kehidupan perguruan tinggi, memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan, serta siap menjadi generasi muda yang berprestasi, kreatif, kolaboratif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
PKKMB Universitas Katolik Santo Thomas Tahun 2026 mengusung semangat “Bangkit Bersama: Belajar, Berkarya dan Berdampak” menuju lahirnya generasi mahasiswa yang Berkarakter, Kreatif, dan Kolaboratif.

