Universitas Katolik Santo Thomas memasuki babak baru kepemimpinan setelah Dr. Pulumun Peterus Ginting, S.Sn., M.Sn. resmi dilantik sebagai Rektor periode 2026–2030 pada Rabu, 2 September 2026, di Aula Magna Lantai 3 Perpustakaan UNIKA Santo Thomas. Pelantikan ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan Prof. Dr. Maidin Gultom, S.H., M.Hum. periode 2022–2026 sekaligus menjadi bagian dari kesinambungan pengabdian untuk membawa universitas semakin maju.

Rangkaian pelantikan diawali dengan Misa di Kapel St. Pius sebagai momentum peneguhan pelayanan, kebersamaan, dan tanggung jawab dalam melanjutkan karya para pemimpin sebelumnya. Hadir dalam kegiatan tersebut Pengurus Yayasan Santo Thomas, Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, jajaran pimpinan universitas, para dekan, kepala tata usaha, serta pimpinan lembaga dan divisi.
Dalam refleksi pelantikan, pergantian rektor dimaknai bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan “estafet karya lintas generasi”. Perumpamaan tentang pohon yang ditanam, disiram, dan dirawat menjadi gambaran bahwa setiap pemimpin memiliki peran dalam membangun universitas. Semangat tersebut diteguhkan melalui pesan, “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.”

Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Dr. Syaiful Anwar Matondang, mendorong UNIKA Santo Thomas untuk terus memperkuat mutu akademik, reputasi dosen, serta tata kelola perguruan tinggi. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualifikasi akademik dosen dan penerapan tata kelola serta SOP yang baik sebagai fondasi menghadapi perubahan sistem akreditasi dan meningkatkan daya saing perguruan tinggi.
Sementara itu, Prof. Dr. Maidin Gultom menyampaikan bahwa berbagai capaian selama periode 2022–2026 merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dan Yayasan Santo Thomas. Pada periode tersebut, UNIKA Santo Thomas mencatat penguatan sumber daya manusia dengan 31 Lektor Kepala dan tujuh Guru Besar yang dikukuhkan, meluluskan 3.466 mahasiswa, meningkatkan rata-rata IPK lulusan dari 3,20 menjadi 3,56, serta menghasilkan 60 publikasi terindeks Scopus.

Di bidang prestasi dan pengembangan institusi, UNIKA Santo Thomas juga meraih berbagai pencapaian, antara lain pengakuan sebagai Perguruan Tinggi Terproduktif pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Insentif tahun 2025 serta sejumlah penghargaan dari LLDIKTI Wilayah I pada 2026. Seluruh capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi kepemimpinan berikutnya untuk melanjutkan program, melakukan pembaruan, dan memperkuat inovasi universitas.
Dalam pidato perdananya, Dr. Pulumun Peterus Ginting menegaskan bahwa jabatan rektor merupakan amanah dan tanggung jawab pelayanan. Ia berkomitmen membangun kepemimpinan yang terbuka, mendengarkan aspirasi sivitas akademika, serta mendorong budaya dialog dan sinergi. Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi harus tetap diarahkan pada pembangunan peradaban dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Memasuki periode 2026–2030, Rektor Pulumun mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga persatuan, merawat nilai-nilai Katolik, serta terbuka terhadap perubahan dan transformasi. Kepemimpinan sinodal yang mengedepankan mendengarkan, berdialog, dan memberdayakan seluruh potensi sivitas akademika menjadi salah satu komitmen dalam membawa universitas ke arah yang lebih baik.
Dengan semanga “Omnibus Omnia” dan berlandaskan nilai “Ad Maiorem Dei Gloriam”, Universitas Katolik Santo Thomas memasuki kepemimpinan baru dengan tekad memperkuat mutu pendidikan, budaya akademik, sumber daya manusia, serta kontribusi bagi Gereja, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan. Estafet kepemimpinan ini diharapkan tidak hanya menjaga fondasi yang telah dibangun, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi dan transformasi menuju universitas yang semakin **unggul, bermartabat, manusiawi, dan terpercaya.

