UNIKA SANTO THOMAS DAN BIMAS KATOLIK KEMENAG KOTA MEDAN JAJAKI SINERGI PEMBINAAN MAHASISWA DAN PENGUATAN KEHIDUPAN KEAGAMAAN

Medan, 30 September 2026 — Universitas Katolik Santo Thomas menerima audiensi dari Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kementerian Agama Kota Medan pada Rabu, 30 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat Lantai III Universitas Katolik Santo Thomas ini menjadi momentum untuk menjajaki dan memperkuat kerja sama dalam bidang pembinaan mahasiswa, penguatan nilai-nilai keagamaan, pengembangan sumber daya manusia, serta kehidupan beragama yang harmonis.

Audiensi tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan sejumlah perwakilan Universitas Katolik Santo Thomas, yaitu Dr. Pulumun Peterus Ginting, S.Sn., M.Sn. selaku Rektor, Dr. Tonni Limbong, S.Kom., M.Kom., MCE. selaku Wakil Rektor I, Evelin Roma Riauli Silalahi, S.E., M.Si. selaku Wakil Rektor II, Ir. Charles Sitindaon, M.T. selaku Wakil Rektor III, Godlif Sianipar, S.S., M.A., Ph.D. selaku Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Ir. Nurrdin Sitohang, M.P., Parasian D.P. Silitonga, S.Kom., M.Kom., M.CS., MCE., Sr. Maria Imaculata Siallahi, SFD, Novenita Marpaung, S.Pso., M.Si., Yernita Sianaga, S.Tr.Keb., serta Febby Ola Pandingan, S.E.

Sementara itu, dari pihak Bimas Katolik Kota Medan hadir Dr. Pinta Omastri Pandiangan, MSP selaku Penyelenggara Bimas Katolik Kota Medan, bersama Hamma Sitohang, Roni Sitanggang, Ricardo Simamora, Hekdi Sinaga, Demaran Sigiro, Zetra Saragih, dan Leonhard Hutagalung selaku Penata Muda Penyuluh Agama Katolik.

Rektor: Pendidikan Perlu Berjalan Seiring dengan Pembentukan Karakter

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Katolik Santo Thomas menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan keterbukaan Bimas Katolik untuk membangun komunikasi serta kerja sama dengan universitas. Rektor menegaskan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat.

“Kami melihat ada ruang kerja sama yang cukup luas antara Bimas Katolik dengan Universitas Katolik Santo Thomas, khususnya dalam pembinaan mahasiswa dan generasi muda Katolik, penguatan kegiatan keagamaan di lingkungan kampus, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan moderasi beragama dan keinklusifan.”

Rektor juga berharap audiensi tersebut tidak berhenti pada pertemuan dan diskusi semata, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama dan kegiatan konkret yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, maupun Masyarakat terkhusus di lingkungan Universitas Katolik Santo Thomas.

Penjajakan Program Pembinaan Mahasiswa

Dalam diskusi, kedua pihak membahas berbagai peluang sinergi yang dapat dikembangkan. Bimas Katolik Kota Medan menyampaikan kesediaannya untuk berperan sebagai fasilitator dan narasumber dalam berbagai program pengembangan mahasiswa, khususnya yang berkaitan dengan pembentukan karakter, pengembangan mental dan spiritual, serta penguatan nilai-nilai Katolik.

Beberapa program yang menjadi bahan pembahasan antara lain kegiatan rekoleksi, pembinaan mahasiswa dalam menghadapi tantangan globalisasi, pengembangan intelektual Katolik, serta pembinaan sikap dan kehidupan mahasiswa dalam masyarakat yang plural. Selain itu, turut diusulkan forum diskusi mengenai kepemimpinan Kristiani dan moderasi beragama, serta pengembangan program “Penyuluh Masuk Kampus” yang sebelumnya telah dimulai di Fakultas Ilmu Komputer.

Pihak Universitas Katolik Santo Thomas menyambut baik berbagai tawaran tersebut. Dalam pembahasan, universitas juga menekankan pentingnya pendampingan mahasiswa, terutama bagi mahasiswa penerima beasiswa maupun mahasiswa yang membutuhkan pendampingan dan konseling.

Bimas Katolik Tawarkan Program Pembinaan dan Pendampingan

Dalam sesi diskusi, Bimas Katolik Kota Medan menyampaikan sejumlah peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Universitas Katolik Santo Thomas. Bimas Katolik menawarkan diri sebagai fasilitator dan narasumber untuk berbagai program pengembangan mahasiswa, khususnya yang berkaitan dengan pembentukan karakter, pengembangan mental dan spiritual, serta penguatan nilai-nilai keagamaan.

Beberapa gagasan yang dibahas antara lain pelaksanaan rekoleksi mahasiswa, pembinaan dalam menghadapi tantangan globalisasi, pengembangan intelektual Katolik, serta pembinaan mahasiswa dalam menyikapi kehidupan masyarakat yang plural.

Selain itu, kedua pihak membahas peluang pengembangan forum diskusi mengenai kepemimpinan Kristiani dan moderasi beragama. Program “Penyuluh Masuk Kampus” juga menjadi salah satu program yang mendapat perhatian, mengingat program tersebut telah mulai dilaksanakan di Jurusan Ilmu Komputer.

Berbagai tawaran tersebut mendapat sambutan positif dari pihak universitas. Dalam diskusi, Universitas Katolik Santo Thomas menekankan bahwa pendampingan mahasiswa merupakan aspek penting yang perlu diperkuat, terutama bagi mahasiswa penerima beasiswa serta mahasiswa yang membutuhkan pendampingan dan konseling.

Penguatan Pendidikan Agama Menjadi Bagian dari Pembahasan

Audiensi juga menyentuh aspek pendidikan agama di lingkungan perguruan tinggi. Universitas Katolik Santo Thomas menyampaikan kebutuhan akan keseragaman materi dan proyek dalam mata kuliah agama, sekaligus perlunya panduan dari Kementerian Agama yang dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan pembelajaran agama di tingkat universitas.

Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa sinergi antara Bimas Katolik dan universitas tidak hanya diarahkan pada kegiatan pembinaan mahasiswa di luar kelas, tetapi juga dapat dikembangkan dalam aspek pendidikan dan penguatan proses pembelajaran.

Di sisi lain, aspek pembiayaan menjadi salah satu hal yang perlu dibahas lebih lanjut. Keterbatasan anggaran dalam pelaksanaan program menjadi perhatian bersama sehingga diperlukan bentuk dukungan dan mekanisme kerja sama yang dapat memungkinkan program dilaksanakan secara berkelanjutan.

Membuka Ruang Kolaborasi dalam Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat

Ruang kerja sama yang dibahas dalam audiensi juga tidak terbatas pada pembinaan mahasiswa. Kedua pihak melihat adanya peluang untuk melibatkan Bimas Katolik dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam diskusi juga muncul gagasan mengenai pembentukan pusat sinergi jangka menengah antara Bimas Katolik dan Universitas Katolik Santo Thomas sebagai salah satu bentuk pengembangan kolaborasi yang lebih terarah.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memperluas manfaat kerja sama sehingga tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan umat Katolik secara lebih luas.

Dari Audiensi Menuju Kerja Sama yang Berkelanjutan

Pertemuan antara Universitas Katolik Santo Thomas dan Bimas Katolik Kementerian Agama Kota Medan menghasilkan kesamaan perhatian terhadap pentingnya pembinaan mahasiswa secara menyeluruh. Pengembangan karakter, spiritualitas, pendampingan akademis, serta penguatan kehidupan keagamaan menjadi sejumlah aspek yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi kedua pihak.

Bimas Katolik Kota Medan menyatakan kesiapan untuk berperan sebagai fasilitator dan penyedia program, sementara Universitas Katolik Santo Thomas membuka ruang untuk mengembangkan kerja sama dengan memperhatikan kebutuhan mahasiswa, kurikulum, serta dukungan pembiayaan.

Selanjutnya, bentuk kerja sama, mekanisme pelaksanaan program, dukungan anggaran, dan sinkronisasi materi pembelajaran agama akan menjadi bagian yang perlu dibahas lebih lanjut. Kejelasan format kerja sama menjadi penting agar berbagai gagasan yang telah dibicarakan dapat diwujudkan dalam program yang terarah dan berkelanjutan.

Audiensi ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Katolik Santo Thomas untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan pengetahuan dan kompetensi, tetapi juga pada pembentukan karakter, spiritualitas, kepedulian sosial, dan kemampuan mahasiswa untuk hidup secara konstruktif di tengah masyarakat yang beragam.

Universitas Katolik Santo Thomas — Competence, Compassion, Conscience.

slot gacor malam ini