VISITASI PTS KOPERTIS I KE PUSPITEK KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

Mrs. Shanty Silitonga, MT (Sebelah kiri no. 1) selaku Sekretaris LPPM mewakili Unika Santo Thomas SU.

 

Pada Tanggal 09 November 2017 yang lalu beberapa Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta dan perwakilan Lembaga Penelitian Perguruan Tinggi Swasta se-Kopertis-1 melakukan kunjungan ke Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPITEK) di Serpong Tangerang Selatan. Unika Santo Thomas melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) mengirim Sekretaris LPPM; Shanty Silitonga, sebagai wakil Unika Santo Thomas untuk kegiatan tersebut

PUSPITEK ini merupakan kawasan terpadu untuk menempatkan sejumlah pusat penelitian milik LIPI, BPPT dan BATAN; dengan rincian terdapat 50 Pusat/Balai Litbang dimana terdapat SDM berjumlah 2451 orang (2013). Kemenristekdikti menargetkan PUSPITEK ini untuk menjadi National Science and Technologi Park. Program yang terbaru adalah didirikannya Technology Business Centre (TBIC) sebagai tempat inkubasi bagi para pelaku wirausaha pemula (Start-Up) berbasis teknologi. Kemenristekdikti mengundang calon-calon wirausahawan muda untuk memanfaatkan fasilitas dan program inkubasi bisnis teknologi tersebut. Start Up yang terpilih dan lolos seleksi akan dibiayai dan didukung sepenuhnya untuk mengembangkan usaha di TBIC tersebut.

Karena keterbatasan waktu, masing-masing perwakilan PTS hanya dapat mengunjungi 2 buah Balai saja. Unika memilih Balai Bioteknologi dan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK). Balai Bioteknologi memiliki fasilitas Lab. Teknologi Gen, Lab. Hidroststik, Lab. Termostatik, Lab. Antibiotik Beta Laktam, Lab.Kultur Jaringan, Green House dan Pembudidayaan Anggrek dan Kelapa Sawit. PTIK ini telah melakukan banyak kerjasama penyediaan bibit dengan pihak perusahaan maupun individual, terdapat 41 kerjasama dengan pihak nasional dan 27 kerjasama dengan pihak internasional. Bridgestone corporation dari Jepang merupakan salah satu perusahaan yang telah melakukan kerjasama dengan Laboratorium Bioteknologi. Hampir setiap saat terdapat peneliti dari Jepang yang mengunjungi dan melakukan penelitian ditempat ini. Seperti pada saat kunjungan ini juga terlihat beberapa peneliti Jepang yang sedang berkunjung. Terdapat banyak kerjasama dengan berbagai pihak Perguruan Tinggi, bagian Humas mengatakan bahwa mereka siap dan menerima dengan tangan terbuk jika ada mahasiswa yang mau melakukan kegiatan disini, juga bagi dosen-dosen yang mau melakukan kegiatan penelitian atau hanya mengirimkan sample untuk diteliti juga diperbolehkan. Syarat bagi mahasiswa yang ingin magang atau belajar selama kurun waktu tertentu dan syarat bagi dosen yang ingin melakukan penelitian bersama yaitu topik yang dipilih harus sesuai dengan topik penelitian yang sedang dilakuan di Laboratorium ini. Hal ini dijadikan syarat utama agar mahasiswa atau dosen tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk alat dan sample, dan telah ada peneliti PUSPITEK yang paham betul topik yang akan diteliti. Yang perlu dilakukan adalah mengirimkan surat permohonan langsung ke Balai tersebut. Selain itu khusus bagi mahasiswa terdapat syarat yang lain yaitu memiliki IPK yang baik agar memudahkan program tersebut.

Peserta dibawa mengunjungi setiap Lab yang ada di Balai Bioteknologi, beberapa peneliti yang sedang meneliti memberikan paparan mengenai topik yang mereka teliti. Sebagai contoh peneliti yang sedang meneliti bibit kepala sawit, ada juga peneliti yang bekerja sama dengan Martina Berto untuk meneliti manfaat Anggrek Hitam yang langka sebagai obat atau bahan krim kecantikan.Setelah itu peserta mengunjungi Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK). Di laboratorium ini peserta mengunjungi sebuah yang Lab yang menghasilkan E-Voting. E-Voting ini telah dikerjasamakan dengan Kementrian Dalam Negeri untuk pemilihan Kades. Dalam waktu dekat akan dipakai untuk pemilihan Kades di Provinsi Sumatera Selatan. Selain itu peserta juga diperkenalkan dengan tim peneliti yang sedang mengerjakan Program untuk translate Lisan; menterjemahkan suara ke dalam teks dan merubahnya kembali ke suara. Seperti Balai Bioteknologi, Laboratorium ini juga menerima dengan tangan terbuka Perguruan Tinggi yang mau melakukan kerjasama baik itu mengirimkan mahasiswanya atau dosen yang ingin melakukan penelitian bersama.