Dua Guru Besar Baru Unika Santo Thomas Resmi Dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka

Universitas Katolik Santo Thomas kembali menegaskan eksistensinya sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan insan akademik unggul melalui pengukuhan dua Guru Besar baru dalam Sidang Senat Terbuka yang berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan, Jumat (08/04/2026), di Bina Media Convention Hall. Momentum bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik universitas sekaligus bukti nyata komitmen Unika Santo Thomas dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi, pengembangan ilmu pengetahuan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Dua akademisi yang resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar tersebut ialah Prof. Dr. Kornel Munthe, S.E., M.Si. dan Prof. Dr. Ir. Nurdin Sitohang, M.P.. Pengukuhan ini merupakan pencapaian akademik tertinggi yang tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan.

Sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis sekaligus dosen, Prof. Dr. Kornel Munthe, S.E., M.Si. dikenal aktif dalam pengembangan bidang ekonomi, manajemen, serta tata kelola pendidikan tinggi. Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Nurdin Sitohang, M.P. yang menjabat sebagai Kepala LPPM dan dosen memiliki kontribusi besar dalam pengembangan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan budaya riset di lingkungan Universitas Katolik Santo Thomas. Berbagai karya ilmiah dan aktivitas akademik yang dijalankannya menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam sidang pengukuhan tersebut, kedua Guru Besar menyampaikan pidato ilmiah yang mencerminkan kepedulian akademik terhadap tantangan pembangunan masa kini. Prof. Dr. Kornel Munthe, S.E., M.Si. membawakan orasi ilmiah berjudul “Penerapan Keuangan Berkelanjutan (Sustainable Finance) untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan”. Melalui gagasan tersebut, beliau menekankan pentingnya penerapan prinsip keberlanjutan dalam dunia usaha sebagai langkah strategis menghadapi tantangan perubahan iklim, transisi ekonomi, serta persaingan global.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Nurdin Sitohang, M.P. menyampaikan pidato ilmiah bertajuk “Pengembangan Kakao Rakyat di Dataran Tinggi Sumatera Utara”. Dalam orasinya, beliau menegaskan pentingnya pengembangan sektor pertanian berbasis potensi daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi pertanian berkelanjutan.

Sidang Senat Terbuka tersebut turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Santo Thomas beserta jajaran, Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, para pimpinan fakultas, dosen dan tenaga kependidikan, mahasiswa, keluarga besar Guru Besar yang dikukuhkan, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut semakin menambah suasana penuh penghormatan dan apresiasi terhadap capaian akademik yang diraih kedua profesor.

Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D. menyampaikan bahwa gelar profesor bukan hanya sebuah kehormatan akademik, tetapi juga amanah besar sebagai role model di tengah masyarakat.

“Beban besar ada pada tanggung jawab yang diemban profesor kita sebagai teladan di tengah masyarakat. Ada kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa terhadap para profesor yang dikukuhkan. Tanda tangan para profesor adalah tinta emas yang akan mereka tunjukkan kepada keluarga dan teman-teman sebagai simbol keberhasilan proses pendidikan mereka,” ujarnya.

Ia juga mendorong kedua Guru Besar untuk terus menghasilkan karya ilmiah, memperkuat riset unggulan, dan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kepada Prof. Kornel Munthe diharapkan terus mengembangkan riset-riset unggulan tentang manajemen keuangan, dan kepada Prof. Nurdin Sitohang agar terus mengembangkan teknologi terapan di bidang pertanian rakyat demi kesejahteraan masyarakat di masa depan. Tetaplah berkarya, banyak menulis buku, banyak meneliti, karena itulah prestasi seorang profesor,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Katolik Santo Thomas, Prof. Dr. Maidin Gultom, S.H., M.Hum. menyampaikan bahwa pengukuhan dua Guru Besar tersebut menjadi momentum penting bagi perjalanan akademik universitas.

“Hari ini menjadi momentum paling penting bagi Universitas Katolik Santo Thomas dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Kornel Munthe, S.E., M.Si. sebagai Guru Besar Manajemen Keuangan dan Prof. Dr. Ir. Nurdin Sitohang, M.P. sebagai Guru Besar Ilmu atau Sains Pertanian,” ujarnya.

Rektor juga menegaskan bahwa orasi ilmiah yang disampaikan kedua profesor menunjukkan bahwa perguruan tinggi harus hadir menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan bangsa.

Menurutnya, konsep sustainable finance yang disampaikan Prof. Kornel Munthe sangat relevan dengan arah pembangunan Indonesia saat ini, di mana dunia usaha tidak hanya dituntut bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan, tata kelola, dan tanggung jawab sosial.

Di sisi lain, pengembangan kakao rakyat yang diangkat Prof. Nurdin Sitohang menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi daerah.

“Kedua topik ini memiliki pesan yang sama, yaitu pentingnya keberlanjutan dan inovasi dalam pembangunan. Karena itu, perguruan tinggi harus memperkuat riset, pengabdian kepada masyarakat, dan kolaborasi agar hasil akademik benar-benar memberikan dampak nyata. Pendidikan harus menjadi kekuatan untuk melahirkan solusi dan perubahan yang bermanfaat,” tutup Rektor.

Pengukuhan dua Guru Besar ini menjadi bukti bahwa Universitas Katolik Santo Thomas terus bertumbuh sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pengembangan akademik, tetapi juga berkomitmen melahirkan pemikiran, inovasi, dan kontribusi nyata demi kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara.

slot gacor malam ini