Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) bersama Universitas Katolik Santo Thomas yang dihunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara kegiatan Lokakarya JAKA APTIK Tahun 2026 pada tanggal 21–24 Mei 2026 di Pusat Spritualitas Maria Bunda Karmel Pematang Siantar dan Samosir Cottages di Pulau Samosir, Sumatera Utara.
Sebagai lembaga kerja sama antara pengelola perguruan tinggi Katolik yang beranggotakan hampir seluruh perguruan tinggi Katolik di Indonesia, maka APTIK pada LOKAKARYA JAKA APTIK 2026 mengusung tema “Berjalan Bersama Meningkatkan Kualitas Layanan Kemahasiswaan” sebagai bentuk komitmen bersama perguruan tinggi Katolik dalam meningkatkan kualitas pendampingan, pelayanan, dan pengembangan mahasiswa di era digital.

Lokakarya diawali dengan perjalanan peserta dari Bandara Kuala Namu menuju Pematang Siantar serta pada pembukaan kegiatan LOKAKARYA JAKA APTIK diawali dengan Ibadah Ekaristi di Pusat Spritualitas Maria Bunda Karmel Pematang Siantar, dalam pembukaan kegiatan RD. Petrus Simarmata selaku Ketua Yayasan Santo Thomas dan Rektor Universitas Katolik Santo Thomas, Prof. Dr. Maidin Gultom, SH., M.Hum menyampaikan ucapan terimakasih kepada JAKA APTIK 2026 yang telah memberikan kesempatan kepada Universitas Katolik Santo Thomas sebagai tuan rumah pelaksana Lokakarya dan menekankan pentingnya sinergi antar perguruan tinggi dalam membangun pelayanan kemahasiswaan yang humanis, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi diskusi dan refleksi, antara lain:
1. Perkenalan dan penguatan jejaring sesama JAKA APTIK
2. Mendengarkan aspirasi kaum muda bersama mahasiswa/i dari Unika Santo Thomas
3. Evaluasi program kerja JAKA APTIK
4. Pembahasan isu-isu strategis bidang kemahasiswaan
5. Refleksi mengenai Gereja dan kaum muda di era digital
Ir. Charles Sitindaon, MT selaku Ketua Panitia Penyelenggaran LOKAKARYA APTIK 2026 menghadirkan narasumber RP. Dr. Herman Nainggolan, OFMCap., S.Ag,M.A yang membawakan materi mengenai materi “Gereja dan Kaum Muda Era Digital” bagaimana semakin banyaknya tantangan dan peluang pelayanan kaum muda di tengah perkembangan teknologi digital.
Selain sesi akademik dan reflektif, peserta juga mengikuti kunjungan budaya dan wisata edukatif di kawasan Danau Toba, seperti Kampung Adat Simanindo, Huta Siallagan, Patung Yesus Sibeabea, Air Terjun Efrata, Menara Pandang Tele, Permandian Air Panas Aek Rangat serta mengunjungi Museum yang berada di lingkungan paroki di Samosir yaitu Museum Pusaka Batak Toba yang terletak di dalam Kompleks Gereja Katolik Inkulturatif Santo Mikhael, Pangururan, museum ini dikelola oleh Paroki Pangururan yang menyimpan ribuan artefak sejarah, budaya, serta pusaka peninggalan leluhur Suku Batak.
Semua kegiatan ini diharapkan menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Sumatera Utara kepada seluruh peserta Pimpinan PT Bidang Kemahasiswaan anggota JAKA APTIK.

Pada akhir kegiatan pada Hari Minggu, 24 Mei 2026, seluruh peserta mengikuti ibadah ekaristi penutupan yang dilaksanakan di Gereja Katolik ST. Alfonsius Stasi TukTuk Paroki Tomok sebagai ungkapan syukur atas seluruh rangkaian kegiatan yang telah berlangsung dengan baik. Perayaan ekaristi tersebut sekaligus menjadi momentum refleksi dan peneguhan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kemahasiswaan di lingkungan perguruan tinggi Katolik.
Melalui lokakarya ini, JAKA APTIK diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi Katolik dalam menghadirkan layanan kemahasiswaan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan karakter generasi muda Indonesia.

