KEIKO OGURA

Keiko Ogura (Survivor Bom Atom Hiroshima), Dr. Frietz R. Tambunan (Rektor Unika), Mrs. Kristina (Widya Mandala), Prof. Dr. Ridwan (Rektor Widya Mandala), dan Dr. G. Nurmanto (Rektor UAJ Yogyakarta) di Museum Bom Atom Hiroshima

 

KEIKO OGURA

Masih seputar survivor Bom Atom Hiroshima (25/08).

Keiko Ogura adalah salah seorang dari 52 korban Bom Atom Hiroshima yang masih hidup saat ini dan bisa berbahasa Inggris. Di musem Bom Atom Hiroshima, ia menjadi narrator tetap tentang pengalamannya selamat dari kematian akibat panas sekitar 3000 sampai 4000 derajat Celsius yang membakar Hiroshima beberapa detik setelah bom meledak 600 meter dari tanah. Seperti dikatakannya, terdapat sekitar 308,725 orang yang dilaporkan hilang sampai Agustus 1945.

Setiap hari ia berada di aula besar museum Hiroshima dan siap berbicara dalam bahasa Inggris yang jelas kepada rombongan yang tak henti-hentinya datang mendengar kisahnya. Ketika itu ia baru berumur 8 tahun dan hari itu dilarang sang ayah ke sekolah di pagi hari 6 Agustus 1945 hanya karena perasaannya tak enak. Semua teman sekolahnya meninggal hari itu di sekolah dan hanya Keiko yang selamat. Dan tahu apa yang terjadi?

Selama 17 tahun setelah itu ia harus “diam” dan tidak boleh berceritera bahwa dia selamat. Alasannya? Semua orang yang selamat di Hiroshima dianggap terkena radiasi dan menjadi manusia “rusak” dan harus dihindari. Ia harus hidup seakan-akan tidak tahu dan tidak mengalami bom atom Hiroshima dan hidup dalam penderitaan karena tak berani dan dilarang berceritera.

17 tahun kemudian, pada umur 25 tahun, ia baru secara perlahan berani bicara dan berkisah dan jutaan orang telah mendengar kisahnya serta dapat bersalaman dengan tubuh rentan itu … yang ternyata bisa bertahan dari malaikat maut bom Hiroshima.

Peserta ASEACCU yang mendengar kisahnya memberikan tepuk tangan yang panjang namun Keiko Ogura hanya menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat cara santun seorang Jepang. Rektor Unika Santo Thomas, Dr. Frietz R. Tambunan, sempat bersalaman dengan Keiko Ogura di Museum Bom Atom Hironima sebelum penutupan resmi Kongres ASEACCU ke-26, Sabtu 25 Agustus 2018 (r).