REKTOR UNIKA LAKUKAN KUNJUNGAN DARI HIROSHIMA KE SEOUL – KORSEL

Dari kiri ke kanan: Prof. Dr. Ridwan, Dr. Mangadar Situmorang, Dr. Frietz R. Tambunan, Dr. G. Nurhartanto, Dr. Koncoro, Dr. Rully masing-masing rektor Soegijapranoto, Parahyangan, Unika Santo Thomas, Atmajaya Yogyakarta, Widya Mandala

 

Tepuk tangan meriah menggemuruh di lantai 12 Hiroshima ORIZURU Tower ketika Fr. Herminio Dogohoy O.P., Sekretaris Jenderal ASEACCU menutup dengan resmi Kongres ke-26 ASEACCU di Hiroshima dengan tema Catholic Education and Peace Initiative pada hari Sabtu, 25 Agustus 2018. Kongres ini dihadiri oleh 52 rektor Universitas dan Sekolah Tinggi Katolik dari Asia Tenggara dan Timur yang didampingi oleh sekitar 200 mahasiswa dari berbagai universitas Katolik di Asia dan Australia.

Ada 8 Universitas Katolik dari Indonesia yang hadir dalam kongres ini yakni Unika Santo Thomas (Medan), Universitas Atmajaya Yogyakarta, Unika Parahyangan (Bandung), Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, dan Universitas Katolik Widya Mandala Surbaya.

Walikota Hiroshima, Kazumi Matsui, hadir menjadi salah seorang keynote speaker dan menceriterakan bagaimana penduduk Hiroshima bangkit mengadakan rekonstruksi kota dan peradaban di Hiroshima yang sempat hancur berantakan oleh karena ledakan bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Beliau berpesan agar universitas Katolik di Asia dan di seluruh dunia menyuarakan terus penghapusan senjata nuklir dan para mahasiswa yang hadir menjadi duta kedamaian di negara masing-masing.

Di sela-sela kesibukan mengikuti seminar dan kegiatan kultural, Dr. Frietz R. Tambunan berhasil menandatangani 3 (tiga) Memorandum of Understanding (MOU) dengan University of Santo Tomas (Manila), St. Elisabeth University of Music Hiroshima, dan Saint Paul Institute Phnom Penh.
Salah satu keputusan Business Meeting ASEACCU 2018 adalah penyelenggaraan Kongres ASEACCU ke-27 di Seoul, Korea Selatan, pada bulan Agustus 2019 (r).