UNIKA MEDAN HADIRKAN 4 GURU BESAR DALAM FGD MAGISTER HUKUM UNIKA

Sabtu, 15.30 sd 18.30 WIB berlangsung webinar FGD Pengembangan Kurikulum S2 Magister Hukum Unika Santo Thomas secara virtual dengan menghadirkan 4 Guru Besar Ilmu Hukum sebagai Narsumber dari PERADI, Unika Parahyangan Bandung dan Unika Santo Thomas Medan.

Acara ini diawali dengan doa pembuka oleh  RP. Emmanuel Sony Wibisono, O.Carm, selaku Pastor Kampus Unika. Seperti biasanya Lagu Indonesia Raya dan Mars Unika Santo Thomas pun mengalir dikumandangkan yang diikuti oleh seluruh peserta FGD.

Kemudian, inti utama acara diawali dengan sambutan Yang Mulia Bapak. Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap. Dalam sambutannya, beliau mengatakan setelah berusia 37 tahun, akhirnya Unika Medan dipercaya oleh Dirjen Dikti Kemdikbudristek untuk menyelenggarakan program pascasarjana Magister Hukum dan Filsafat.

“Saya sebagai Uskup Agung Medan menyambut gembira atas terselenggaranya FGD ini demi pengembangan Magister Hukum, dan saya berharap dengan adanya Magister Hukum ini Unika akan semakin jaya” Kata Uskup Agung Medan.

Sementara itu Bapak Prof. Dr. Drs. Sihol Situngkir, MBA selaku Rektor Unika Medan memaparkan bahwa tujuan Unika ini dapat membentuk insan yang beriman, berakhlak mulia, berkepribadian luhur, berilmu, kritis, kreatif, kompetitif serta inovatif. Dan mampu menghasilkan produk – produk Ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk kesejahteraan masyarakat.

Beliau juga memaparkan bahwa budaya organisasi Unika Santo Thomas akan diimplementasikam yang meliputi 7 kombinasi nilai di antaranya: Nilai Iman, Nilai Kebangsaan, Nilai Iptek dan Seni, Nilai Daya Saing, Nilai Kerjasama, Nilai Kepekaan  Sosial dan Nilai Lingkungan.

Selanjutnya, Bapak Prof. Dr. Otto Hasibuan yang merupakan Narasumber pertama yang juga Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) mengatakan jika membahas S2 Hukum kita harus memulai dari S1 Hukum terlebih dahulu dimana kita harus memperkenalkan terlebih dahulu tokoh – tokoh hukum baik dari bidang Hakim, Jaksa, Advokat, dan Polisi supaya mahasiswa yang ingin masuk ke jurusan Magister Hukum nanti tidak bimbang untuk memilih bidang yang ingin diambil.

Sedangkan, Prof. Dr. Bernadette  Guru Besar Unika Parahyangan Bandung merupakan Narasumber II mengatakan, kita harus taat dengan dengan istilah-istilah yang diatur oleh perundang-undangan dan harus membuat struktur Pendidikan Tinggi yang meliputi Jenis Pendidikan, Program Pendidikan, serta Program Studi. Program Magister ini juga wajib guna mempertahankan akreditasinya supaya dapat mempertahankan Magister ini dan Universitas wajib mendapatkan SPMI yang menjadi hal penting untuk mempertahankan Akreditasi dari BAN-PT.

“PTS Unika ini juga wajib manaati peraturan perundang-undangan di bidang Pendidikan Tinggi di dalam mengelola Perguruan Tinggi” Kata Prof. Bernadette

Prof. Dr. Johannes juga Guru Besar Unika Parahyangan Bandung sebagai Narasumber ke III memaparkan bahwa penyusunan Kurikulum itu harus terlebih dahulu membuat bagan penyusunan kurikulum yang meliputi: Analisi SWOT lalu Tracer Study, Profil Lulusan, Kompetensi Lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan, Pemilihan Bahan Kajian, lalu Besaran SKS dan menentukan Mata kuliah.

Prof. Dr. Maidin Gultom Guru Besar Unika Santo Thomas selaku Narasumber IV mengatakan, kita harus hati – hati dalam menjalankan Magister ini, selain itu kita juga wajib melihat Dosen yang akan mengajar di S2, serta pegawai – pegawai di S2 ini harus sesuai dengan syarat menjalankan S2.

Selanjuthya, Moderator Dr. Elisabeth Ghozali Dosen Senior Fakultas Hukum Unika Santo Thomas membuka tanya jawab (QnA) dengan para dosen dan peserta FGD yang ikut dalam zoom, yang diawali dengan Edison Manurung, SH, MM selaku Ketum DPP KMDT yang tersambung dari Papua dan Dr. Batara Simatupang selaku Dewan Pakar DPD KMDT Jabodetabek.

Setelah diskusi berakhir dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada keynote speaker, narasumber dan moderator dilanjutkan dengan foto bersama. Kemudian acara ditutup dengan doa penutup yang dibawakan oleh Frater Bogor Lumban Raja, P.hD.

(Humas)